Islamic Chemist Ulul Albab (Muhammad Ali Al-Chemy)
Minggu, 28 Juli 2013
Kamis, 24 Januari 2013
SERATUS PERUSAHAAN ATAU TEMPAT INDUSTRI KIMIA
UNTUK INDONESIA TERCINTA
Bidang keilmuan kimia menjadi salah satu peluang dalam berwirausaha (entrepreneur) dan sangat prospek sekali untuk masa yang akan datang. Ilmu kimia kaya akan ide-ide baru untuk mengembangkan wirausaha, karena ilmu kimia itu sangat luas sekali mencakup berbagai aspek keilmuan yang menjadi dasar untuk ilmu-ilmu yang lainnya, diantaranya: kimia organik, kimia anorganik, kimia analitik, kimia fisik, kimia lingkungan dan biokimia. Kimia organik menjadi dasar dalam mengembangkan ilmu farmasi atau obat-obatan; kimia anorganik menjadi dasar dalam mengembangkan ilmu mineralogi atau bahan-bahan mineral, tentang koloid, air mineral dan lain sebagainya; kimia analitik menjadi dasar dalam mengembangkan keilmuan tentang analisis suatu senyawa organik maupun anorganik; kimia fisik menjadi dasar dalam mengembangkan keilmuan tentang katalis; kimia lingkungan menjadi dasar ilmu untuk mempertahankan kelestarian lingkungan dari berbagai macam pencemaran lingkungan yang dapat merusak berbagai macam kehidupan di muka bumi ini; dan biokimia menjadi dasar dalam mengembangkan keilmuan tentang pangan, pertanian, perternakan, perikanan, aktivitas bakteri dan lain sebagainya.
Berbagai keilmuan tersebut dapat kita kembangkan untuk menciptakan berbagi macam wirausaha yang nantinya akan menjadi embrio sebuah perusahaan. Perusahaan, pabrik atau tempat industri menjadi salah satu aset Negara yang sangat urgen sekali dalam mengembangkan sekaligus memajukan perekonomian bangsa ini serta dapat meminimalisir berbagai macam permasalahan sosial bangsa ini, mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, perceraian, brokenhome, pencurian, pembunuhan, kenakalan remaja dan tindakan kriminalitas lainnya. Salah satu cita-cita saya melalui keilmuan kimia yang sedang saya pelajari saat ini yaitu menciptakan dan membangun berbagai macam perusahaan, pabrik atau tempat industri sebanyak mungkin sebagai salah satu pengabdian saya untuk Negara Indonesia yang tercinta ini. Dengan harapan, hal itu dapat membuka berbagai macam lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga dapat meminimalisir para pengangguran dan dapat membantu mengatasi kemiskinan di negeri ini. Dengan demikian, kesejahteraan sosial bangsa ini akan tercapai sembari berharap kepada Sang Kholiq agar berbagai macam permasalahan sosial bangsa ini akan teratasi dan dapat diminimalisir, sehingga akan jarang sekali kita mendengar berita kriminalitas dalam berbagai macam surat kabar, bahkan tak ada lagi kata korupsi, pengangguran, kemiskinan, pencurian, pembunuhan, perceraian, brokenhome dan kenakalan remaja di berbagai media berita, Amien Ya Rob.
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan bulan Mei 2012, menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 6,32 persen atau 7.61 juta orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2011 sebesar 6,56 persen dan TPT Februari 2011 sebesar 6,80 persen. Rilis laporan BPS tersebut disampaikan secara langsung oleh Kepala BPS Suryamin di kantor BPS Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (7/5). Data yang dirilis merupakan pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 112,8 juta orang, bertambah sekitar 3,1 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2011 sebesar 109,7 juta orang atau bertambah 1,5 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. Pendataan BPS mengklaim, keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Februari 2012 menunjukkan adanya perbaikan yang digambarkan adanya peningkatan jumlah angkatan kerja maupun jumlah penduduk bekerja dan penurunan tingkat pengangguran. “Jumlah angkatan kerja pada Februari 2012 bertambah sebesar 3,0 juta orang dibanding keadaan Agustus 2011 dan bertambah 1,0 juta orang dibanding keadan Februari 2011,” demikian tertulis dalam laporan BPS. Data BPS menjelaskan, penduduk yang bekerja pada Februari 2012 bertambah sebesar 3,1 juta orang dibanding keadaan Agustus 2011, dan bertambah 1,5 juta orang dibanding keadaan setahun yang lalu Februari 2011. “Sementara jumlah penganggur pada Februari 2012 mengalami penurunan sekitar 90 ribu orang jika dibanding keadaan Agustus 2011, dan mengalami penurunan sebesar 510 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011,” sebut laporan BPS. (bps/asr). Selama setahun terakhir (Februari 2011-Februari 2012), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan, terutama di Sektor Perdagangan sekitar 780 ribu orang (3,36 persen) serta Sektor Keuangan sebesar 720 ribu orang (34,95 persen). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian 1,3 juta orang (3,01 persen) dan Sektor Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi sebesar 380 ribu orang (6,81 persen).
Data-data pengangguran tersebut masih bersifat fluktuatif. Kita tidak bisa meramalkan dan memastikan secara langsung perkembangan ketenagakerjaan atau jumlah pengangguran untuk tahun-tahun selanjutnya apakah nantinya akan membaik atau bahkan memburuk?, sehingga perlu adanya antisipasi dari kita sendiri untuk menanggulangi kemungkinan buruk yang akan terjadi. Salah satu cara yang dapat kita lakukan saat ini untuk mengatasi hal tersebut yaitu merintis dan menciptakan berbagai macam lapangan pekerjaan mulai dari merintis usaha kecil hingga membangun sebuah perusahaan besar. Bagi saya, merintis sebuah usaha kecil dan membangun sebuah perusahaan atau tempat industri merupakan cita-cita besar saya yang akan saya persembahkan untuk Indonesia tercinta ini. Oleh karena itu, saya akan berusaha keras mengerahkan segala kemampuan yang saya miliki untuk menggapai cita-cita tersebut dengan rajin belajar dan bekerja keras semaksimal mungkin, khususnya mendalami bidang keilmuan kimia yang sedang saya geluti saat ini, dengan harapan hal itu akan menjadi bekal saya di masa yang akan datang untuk merintis suatu perusahaan.
Membangun suatu perusahaan besar bukanlah hal yang mudah, tetapi membutuhkan orang-orang cerdas yang mau bekerja keras. Orang-orang cerdas yang mau bekerja keras merupakan aset penting yang akan menjadi pioner berdirinya suatu perusahaan besar. Orang cerdas memiliki ide-ide yang genius dan kosep perusahaan yang matang dalam membangun sebuah perusahaan, mereka akan merencanakan kosep perusahaan sebaik dan sebagus mungkin bahkan mereka akan mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi pada perusahaannya. Akan tetapi, orang-orang cerdas saat ini masih kurang dimanfaatkan secara maksimal dan banyak yang kurang tergali potensinya. Maka dari itu, upaya merintis sebuah perusahaan diharapkan dapat memberi kesempatan kepada orang-orang cerdas untuk mengeksplorasi potensinya dalam membangun sebuah perusahaan. Sehingga diharapkan nanti akan melahirkan sumber daya manusia yang terampil, kreatif dan inovatif dalam menciptakan suatu produk atau karya tertentu.
Salah satu indikator yang menjadi tolak ukur suatu Negara dikatakan maju yaitu majunya suatu Negara dalam bidang perekonomiannya. Suatu perusahaan merupakan salah satu motor penggerak majunya perekonomian suatu Negara, karena dengan adanya perusahaan yang banyak akan dapat meningkatkan pendapatan suatu Negara, salah satunya yaitu pajak perusahaan, yang mana pajak suatu perusahaan akan masuk ke Negara menjadi pendapatan dan kas Negara. Selain itu, adanya perusahaan akan mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih mandiri dan tidak selalu menggantungkan dirinya kepada orang lain. Sehingga Negara Indonesia akan menjadi Negara kaya yang mampu mensejahterakan dan memakmurkan seluruh rakyatnya seantero nusantara tanpa terkecuali hingga rakyatnya yang berada di pelosok desa sekalipun. Bahkan tidak mustahil Indonesia suatu saat nanti akan menjadi Negara adikuasa untuk masa yang akan datang seperti Negara Amerika, China, Jepang, turkey dan Negara-negara Eropa yang produk-produknya sudah menjamur di seluruh dunia. Dengan demikian, Indonesia suatu saat nanti akan menjadi Negara terkenal dengan segala produk-produknya yang bersifat inovatif yang selalu diciptakannya dan diekspor ke luar negeri. Hal ini tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti Indonesia akan menjadi singa dunia yang mampu mengontrol dan memimpin perkembangan perekonomian dunia, Amien Ya Rob.
Perusahaan yang maju akan mampu menciptakan berbagai macam produk baru yang inovatif dan selalu sesuai dengan perkembangan zaman. Suatu perusahaan akan menjadi besar dan maju, karena karya-karya atau produk-produk yang diciptakannya selalu baru dan inovatif dengan kualitas yang bagus dan terpercaya oleh berbagai konsumen, bahkan hingga terekspor ke luar negeri. Kemajuan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh orang-orang cerdas di dalamnya yang mempunyai etos kerja yang tinggi, sehingga perusahaan sangat perlu sekali untuk merekrut orang-orang tersebut serta selalu memberikan pelatihan dan training khusus kepada para pegawainya demi kemajuan suatu perusahaan. Sehingga untuk memenuhi hal tersebut, perusahaan harus mampu menyerap seluruh potensi lapisan rakyatnya, khususnya yang mempunyai keterampilan khusus atau yang berpendidikan dengan membuat program tertentu. Misalnya, program beasiswa untuk siswa atau mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi lebih-lebih yang berprestasi atau yang mempunyai keterampilan khusus. Dengan begitu, suatu perusahaan akan memiliki kader tertentu dengan keterampilan khusus sebagai generasi yang akan mengolah perusahaan tersebut. Saya berharap suatu saat nanti tak akan ada lagi berita tentang rakyat kecil Indonesia yang putus sekolah karena tidak punya biaya apabila program beasiswa tersebut dilaksanakan secara maksimal dan tepat pada sasarannya.
Di samping perusahaan-perusahaan besar, saya juga berambisi untuk merintis usaha-usaha kecil yang bisa dikelola oleh setiap orang, khususnya yang tidak berkesempatan untuk mengenyam pendidikan. Dengan demikian, semua rakyat Indonesia mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk sama-sama berkecipung dalam dunia wirausaha tanpa harus mengenyam pendidikan terlebih dahulu, cukup dengan mengasah keterampilannya dalam bidang usaha yang sedang digelutinya. Menurut saya, semua orang mempunyai kemampuan untuk berwirausaha, sehingga tidak ada alasan untuk menyia-nyiakan kemampuan yang mereka miliki, tetapi kita harus memberikan wadah khusus kepada mereka sehingga potensi yang mereka miliki bisa tersalurkan secara maksimal sesuai dengan keahliannya masing-masing. Harapan saya suatu saat nanti permasalahan Negara Indonesia, khususnya dalam masalah ekonomi dapat terminimalisir atau terselesaikan secara maksimal. Sehingga Indonesia akan menjadi Negara yang sejahtera dan makmur, bahkan menjadi Negara adikuasa yang unggul dalam bidang ekonominya dibandingkan Negara-negara lain di jagad raya.
Dalam perkembangannya seluruh perusahaan tersebut akan tetap saya kontrol untuk selalu berpedoman pada prinsip dasar, yaitu: “kepuasan konsumen dan kesehatan masyarakat”. Dengan demikian, saya akan selalu berupaya untuk menghasilkan produk-produk kimia yang bermanfa’at dan berkualitas serta tidak merugikan kesehatan masyarakat. Sehingga tak akan ada lagi image buruk terhadap bahan-bahan kimia, karena tidak semua bahan-bahan kimia tersebut berbahaya, namun masih banyak bahan-bahan kimia alami yang bermanfa’at untuk kesehatan masyarakat.
Pembangunan seratus perusahaan atau tempat industri kimia merupakan cita-cita terbesar yang akan saya persembahkan untuk Indonesia tercinta ini. Perusahaan atau tempat industri kimia tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan mampu mengatasi permasalahan ekonomi yang ada di negeri ini. Dimana dengan adanya perusahaan tersebut dapat membuka lapangan kerja baru bagi seluruh rakyat Indonesia serta dapat meningkatkan pendapatan Negara dengan adanya pajak atau bea cukai yang diberikan untuk Negara. Perusahaan tersebut akan tetap saya kontrol untu selalu berpedoman pada prinsip dasar, yaitu: “kepuasan konsumen dan kesehatan masyarakat”. Sehingga suatu saat nanti, saya berharap sekali Indonesia akan menjadi Negara yang sejahtera dan makmur bahkan menjadi Negara adikuasa di seluruh jagad dunia, Amien Ya Rob.
Tema Umum: “Yang Bisa Aku Berikan Untuk Indonesia Yang Aku Dambakan”
ESSAY
SERATUS PERUSAHAAN ATAU TEMPAT INDUSTRI KIMIA
UNTUK INDONESIA TERCINTA
Disusun Oleh:
MOH. ALI (09630026)
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2013
Sabtu, 22 September 2012
PERNIKAHAN
NIKAH . . . , NIKAH . . . , NIKAH . . . ,
Itulah kata-kata
yang selalu terlintas dalam pikiran orang yang sudah siap untuk menikah baik
lahir ataupun batin. Baginya Pernikahan akan membuat hidupnya menjadi tenang
dan tenteram karena dengan menikah tak ada lagi kegalauan yang selalu
menghantui hidupnya, pernikahan akan membentengi dirinya dari pangaruh hawa
nafsu yang tanpa kita sadari selalu mendorong kita pada lembah kebinasaan dan
kehinaan bahkan lebih hina dari seekor binatang yang paling hina sekalipun.
Agamapun tak henti-hentinya menyeru umatnya untuk menikah bagi yang sudah mampu
lahir batin, bahkan Tuhanpun menjanjikan pahala ibadah yang berlipat ganda bagi
orang yang sudah menikah . . . Subhanallah
. . . sungguh istimewa sekali kedudukan orang sudah menikah di sisi-Nya.
Pernikahan
merupakan suatu ikatan suci yang sangat sakral sekali, nikah itu ibadah. Memang
nikah itu bisa karena harta, bisa karena keturunan, bisa karena kecantikan,
ketampanan dan bisa karena agama. Tapi ingat wahai sahabat, jangan sekali-kali
kita menjadikan harta, keturunan dan kecantikan/ketampanan sebagai alasan utama
untuk menikah karena semua itu tidaklah abadi dan akan celaka, Naudzubillahi min dzalik. Jadikanlah
agama sebagai alasan utama untuk menikah, maka InsyaAllah kebahagiaan dunia akhirat akan dapat kita peroleh, Amien
Ya Robbal alamien.
Semua orang sepakat
bahwa keluarga terbentuk karena cinta, Namun jika kita menjadikan cinta sebagai
satu-satunya landasan, maka keluarga kita akan rapuh, mudah terombang-ambing
dan akan hancur di kemudian hari. Kawan Ingat . . . , di atas cinta masih ada
cinta dan cinta ada yang menciptakan, Dialah Tuhan Yang Maha Pencipta, Yang
mengatur dunia dan seisinya, mengatur semua makhluk-Nya dengan
berpasang-pasangan yang dilandasi cinta dari-Nya. Oleh karena itu, marilah kita
jadikan Allah sebagai landasan utama untuk menikah, niscaya kita akan selamat
di dunia bahkan di akhirat kelak. Marilah kita jadikan ridho Allah sebagai
tujuan utama dalam menikah, InsyaAllah
keluarga kita akan menjadi keluarga yang mawaddah,
sakinah wa rohmah, Amien Ya Robbal alamien.
Malang, 22 September 2012
Sang Pujangga Cinta
Kamis, 26 Juli 2012
PENCARIAN JATI DIRI
Who am I???
Man Ana???
Awak Iki Sopo???
Paserah Kauleh???
Saya ini Siapa???
Diri ini penuh dengan
misteri
Tak seorangpun tahu
secara mendalam tentang diri ini
Hanya Allah dan Saya
pribadi yang tahu tentang diri ini
Tapi Saya sendiri
kadang lupa akan diri ini
Dari mana diri ini
berasal???
Kemana diri ini akan
kembali???
Apa tujuan Allah
menciptakan diri ini???
Apa yang harus dilakukan
diri ini???
Terkadang diri ini ingin
menjadi orang lain
Ingin menjadi sang
bintang idola
Ingin sekali diri ini
meniru sang idola
Mulai dari ujung
rambut hingga ujung kaki
Mulai dari sifat, sikap, ucapan dan gaya hidupnya
Mulai dari sifat, sikap, ucapan dan gaya hidupnya
Tapi Saya sendiri
kadang lupa siapa Sang bintang idola yang sebenarnya???
Apakah Idola itu
seorang artis???
Seorang pemain sebak
bola???
…………………… dll
Wahai jiwa-jiwa yang
sedang mengejar Jati dirinya . . .
Bangunlah dari tidur
panjangmu!!!
Bangkitlah dari masa
keterpurukanmu!!!
Berjuanglah tuk
mengejar Impianmu!!!
Demi masa depanmu
yang gemilang . . .
Demi agamamu . . .
Demi bangsa dan
negaramu . . .
Demi orang-orang yang
menyayangimu . . .
Tunjukkanlah
Eksistensi dirmu!!!
Jadilah Dirimu yang
sebenarnya sebagai seorang pemuda muslim!!!
Jadilah pemuda
beriman yang benar-benar beriman!!!
Jadilah Dirimu
sebagai sebaik-bainya manusia!!!
Jadilah orang yang
berarti di dunia dan bermakna di akhirat!!!
Bermanfaatlah kepada
yang lainnya!!!
Ikhlaskanlah semuanya
hanya untuk meraih Ridho ALLA SWT!!!
Amien Ya Robbal
alamien . . . ,
Pamekasan, 23 Juli
2012
By: Ali El-Faqiri
Senin, 05 Desember 2011
RUMUS KIMIA
RUMUS KIMIA
Rumus kimia adalah rumus yang menyatakan lambang atom dan jumlah atom unsur yang menyusun senyawa. Rumus kimia disebut juga rumus molekul, karena penggambaran yang nyata dari jenis dan jumlah atom unsur penyusun senyawa yang bersangkutan.
Berbagai bentuk rumus kimia sebagai berikut:
1. 1. Rumus kimia untuk molekul unsur monoatomik.
Rumus kimia ini merupakan lambang atom unsur itu sendiri.
Contoh :
Fe, Cu, He, Ne, Hg.
1. 2. Rumus kimia untuk molekul unsur diatomik.
Rumus kimia ini merupakan penggabungan dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.
Contoh :
H2, O2, N2, Cl2, Br2, I2.
1. 3. Rumus kimia untuk molekul unsur poliatomik.
Rumus kimia ini merupakan penggabungan lebih dari dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.
Contoh :
O3, S8, P4.
1. 4. Rumus kimia untuk molekul senyawa ion
Merupakan rumus kimia yang dibentuk dari penggabungan antar atom yang bermuatan listrik, yaitu ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion positif terbentuk karena terjadinya pelepasan elektron (Na+, K+, Mg2+), sedangkan ion negatif terbentuk karena penangkapan elektron (Cl-, S2-, SO42-).
Penulisan rumus kimia senyawa ion sebagai berikut.
- Penulisan diawali dengan ion positif (kation) diikuti ion negatif (anion).
- Pada kation dan anion diberi indeks, sehingga didapatkan senyawa yang bersifat netral (jumlah muatan (+) = jumlah muatan (-)).
- Bentuk umum penulisannya sebagai berikut.
rumus-kimia-1
Contoh :
Na+ dengan Cl- membentuk NaCl.
Mg2+ dengan Br- membentuk MgBr2.
Fe2+ dengan SO42- membentuk FeSO4.
1. 5. Rumus kimia untuk senyawa biner nonlogam dengan nonlogam.
Penulisan rumus kimia ini berdasarkan kecenderungan atom yang bermuatan positif diletakkan di depan, sedangkan kecenderungan atom bermuatan negatif diletakkan di belakang menurut urutan atom berikut ini.
B – Si – C – S – As – P- N – H – S – I – Br – Cl – O – F
Contoh :
CO2, H2O, NH3.
1. 6. Rumus kimia /rumus molekul senyawa organik.
Rumus ini juga menunjukkan jenis dan jumlah atom penyusun senyawa organik yang berdasarkan gugus fungsi masing – masing senyawa.
Contoh :
CH3COOH : asam asetat
CH4 : metana (alkana)
C2H5OH : etanol (alkohol)
1. 7. Rumus kimia untuk senyawa anhidrat.
Anhidrat merupakan sebutan dari garam tanpa air kristal (kehilangan molekul air kristalnya) atau H2O.
Contoh :
CaCl2 anhidrous atau CaCl2.2H2O.
CuSO4 anhidrous atau CuSO4.5H2O.
1. 8. Rumus kimia untuk senyawa kompleks.
Penulisan rumus senyawa dan ion kompleks ditulis dalam kurung siku [...].
Contoh :
Na2[MnCl4]
[Cu(H2O)4](NO3)2
K4[Fe(CN)6]
RUMUS EMPIRIS
Rumus empiris merupakan rumus kimia yang menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana (bilangan bulat terkecil) dari atom – atom penyusun senyawa.
Contoh :
C12H22O11 (gula)
CH2O (glukosa)
C2H6O (alkohol)
CHO2 (asam oksalat)
RUMUS STRUKTUR
Rumus struktur merupakan rumus kimia yang menggambarkan posisi atau kedudukan atom dan jenis ikatan antar atom pada molekul.
Rumus struktur ikatan.
rumus-kimia-2
Rumus struktur secara singkat dituliskan :
CH3CH3
CH3COOH
RUMUS BANGUN/BENTUK MOLEKUL
Adalah rumus kimia yang menggambarkan kedudukan atom secara geometri/ tiga dimensi dari suatu molekul.
rumus-kimia-3
————————————————————————————————————
Referensi
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar : Konsep – konsep Inti. Edisi Ketiga. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
HAM, Mulyono. 2008. Kamus Kimia. Jakarta : Bumi Aksara.
Sukarmin. 2004. Lambang Unsur dan Persamaan Reaksi. Jakarta : Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Rumus kimia adalah rumus yang menyatakan lambang atom dan jumlah atom unsur yang menyusun senyawa. Rumus kimia disebut juga rumus molekul, karena penggambaran yang nyata dari jenis dan jumlah atom unsur penyusun senyawa yang bersangkutan.
Berbagai bentuk rumus kimia sebagai berikut:
1. 1. Rumus kimia untuk molekul unsur monoatomik.
Rumus kimia ini merupakan lambang atom unsur itu sendiri.
Contoh :
Fe, Cu, He, Ne, Hg.
1. 2. Rumus kimia untuk molekul unsur diatomik.
Rumus kimia ini merupakan penggabungan dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.
Contoh :
H2, O2, N2, Cl2, Br2, I2.
1. 3. Rumus kimia untuk molekul unsur poliatomik.
Rumus kimia ini merupakan penggabungan lebih dari dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan.
Contoh :
O3, S8, P4.
1. 4. Rumus kimia untuk molekul senyawa ion
Merupakan rumus kimia yang dibentuk dari penggabungan antar atom yang bermuatan listrik, yaitu ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion positif terbentuk karena terjadinya pelepasan elektron (Na+, K+, Mg2+), sedangkan ion negatif terbentuk karena penangkapan elektron (Cl-, S2-, SO42-).
Penulisan rumus kimia senyawa ion sebagai berikut.
- Penulisan diawali dengan ion positif (kation) diikuti ion negatif (anion).
- Pada kation dan anion diberi indeks, sehingga didapatkan senyawa yang bersifat netral (jumlah muatan (+) = jumlah muatan (-)).
- Bentuk umum penulisannya sebagai berikut.
rumus-kimia-1
Contoh :
Na+ dengan Cl- membentuk NaCl.
Mg2+ dengan Br- membentuk MgBr2.
Fe2+ dengan SO42- membentuk FeSO4.
1. 5. Rumus kimia untuk senyawa biner nonlogam dengan nonlogam.
Penulisan rumus kimia ini berdasarkan kecenderungan atom yang bermuatan positif diletakkan di depan, sedangkan kecenderungan atom bermuatan negatif diletakkan di belakang menurut urutan atom berikut ini.
B – Si – C – S – As – P- N – H – S – I – Br – Cl – O – F
Contoh :
CO2, H2O, NH3.
1. 6. Rumus kimia /rumus molekul senyawa organik.
Rumus ini juga menunjukkan jenis dan jumlah atom penyusun senyawa organik yang berdasarkan gugus fungsi masing – masing senyawa.
Contoh :
CH3COOH : asam asetat
CH4 : metana (alkana)
C2H5OH : etanol (alkohol)
1. 7. Rumus kimia untuk senyawa anhidrat.
Anhidrat merupakan sebutan dari garam tanpa air kristal (kehilangan molekul air kristalnya) atau H2O.
Contoh :
CaCl2 anhidrous atau CaCl2.2H2O.
CuSO4 anhidrous atau CuSO4.5H2O.
1. 8. Rumus kimia untuk senyawa kompleks.
Penulisan rumus senyawa dan ion kompleks ditulis dalam kurung siku [...].
Contoh :
Na2[MnCl4]
[Cu(H2O)4](NO3)2
K4[Fe(CN)6]
RUMUS EMPIRIS
Rumus empiris merupakan rumus kimia yang menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana (bilangan bulat terkecil) dari atom – atom penyusun senyawa.
Contoh :
C12H22O11 (gula)
CH2O (glukosa)
C2H6O (alkohol)
CHO2 (asam oksalat)
RUMUS STRUKTUR
Rumus struktur merupakan rumus kimia yang menggambarkan posisi atau kedudukan atom dan jenis ikatan antar atom pada molekul.
Rumus struktur ikatan.
rumus-kimia-2
Rumus struktur secara singkat dituliskan :
CH3CH3
CH3COOH
RUMUS BANGUN/BENTUK MOLEKUL
Adalah rumus kimia yang menggambarkan kedudukan atom secara geometri/ tiga dimensi dari suatu molekul.
rumus-kimia-3
————————————————————————————————————
Referensi
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar : Konsep – konsep Inti. Edisi Ketiga. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
HAM, Mulyono. 2008. Kamus Kimia. Jakarta : Bumi Aksara.
Sukarmin. 2004. Lambang Unsur dan Persamaan Reaksi. Jakarta : Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
EKSTRAKSI LEMAK KASAR MENGGUNAKAN SOXHLET EXTRACTOR
PRINSIP SOXHLET
Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.
Soklet terdiri dari:
- pengaduk / granul anti-bumping
- still pot (wadah penyuling)
- Bypass sidearm
- thimble selulosa
- extraction liquid
- Syphon arm inlet
- Syphon arm outlet
- Expansion adapter
- Condenser (pendingin)
- Cooling water in
- Cooling water out
MEKANISME KERJA
Sampel yang sudah dihaluskan, ditimbang 5-10 gram dan kemudian dibungkus atau ditempatkan dalam “Thimble” (selongsong tempat sampel) , di atas sample ditutup dengan kapas.
Pelarut yang digunakan adalah Petroleum Spiritus dengan titik didih 60 – 80°C. Selanjutnya labu kosong diisi butir batu didih. Fungsi batu didih ialah untuk meratakan panas. Setelah dikeringkan dan didinginkan, labu diisi dengan Petroleum Spirit 60 – 80°C sebanyak 175 ml. Digunakan petroleum spiritus karena kelarutan lemak pada pelarut organik.
Thimble yang sudah terisi sampel dimasukan ke dalam soxhlet . Soxhlet disambungkan dengan labu dan ditempatkan pada alat pemanas listrik serta kondensor . Alat pendingin disambungkan dengan soxhlet. Air untuk pendingin dijalankan dan alat ekstraksi lemak
mulai dipanaskan .
Ketika pelarut dididihkan, uapnya naik melewati soklet menuju ke pipa pendingin. Air dingin yang dialirkan melewati bagian luar kondenser mengembunkan uap pelarut sehingga kembali ke fase cair, kemudian menetes ke thimble. Pelarut melarutkan lemak dalam thimble, larutan sari ini terkumpul dalam thimble dan bila volumenya telah mencukupi, sari akan dialirkan lewat sifon menuju labu. Proses dari pengembunan hingga pengaliran disebut sebagai refluks. Proses ekstraksi lemak kasar dilakukan selama 6 jam.
Setelah proses ekstraksi selesai, pelarut dan lemak dipisahkan melalui proses penyulingan dan dikeringkan.
DASAR PEMILIHAN METODE, KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN METODE SOXHLET
Metode soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam labu, sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laju ekstraksi. Waktu yang digunakan lebih cepat.
Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2008, http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Soxhlet_Extractor.jpg diakses tanggal 20 Agustus 2008
Anonim, 2008, http://whale.wheelock.edu/bwcontaminants/analysis.html diakses tanggal 20 Agustus 2008
Darmasih, 1997, peternakan.litbang.deptan.go.id/user/ptek97-24.pdf, diakses tanggal 20 Agustus 2008
Sabtu, 03 Desember 2011
KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
PENENTUAN KADAR ZAT PENGAWET DALAM MINUMAN ISOTONIK DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
LAPORAN PRAKTIKUM KROMATOGRAFI
Pendahuluan
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) atau High Pressure Liquid Chromatography (HPLC) merupakan salah satu metode kimia dan fisikokimia. KCKT termasuk metode analisis terbaru yaitu suatu teknik kromatografi dengan fasa gerak cairan dan fasa diam cairan atau padat. Banyak kelebihan metode ini jika dibandingkan dengan metode lainnya yaitu mampu memisahkan molekul-molekul dari suatu campuran, mudah melaksanakannya, kecepatan analisis dan kepekaan yang tinggi, dapat dihindari terjadinya dekomposisi / kerusakan bahan yang dianalisis, resolusi yang baik, dapat digunakan bermacam-macam detektor, kolom dapat digunakan kembali, dan mudah melakukan “sample recovery” (Effendy 2004)
Suatu detektor dibutuhkan untuk mendeteksi adanya komponen sampel di dalam kolom (analisis kualitatif) dan menghitung kadamya (analisis kuantitatif). Detektor yang baik memiliki sensitifitas yang tinggi, gangguan (noise) yang rendah, kisar respons linier yang luas, dan memberi respons untuk semua tipe senyawa. Suatu kepekaan yang rendah terhadap aliran dan fluktuasi temperatur sangat diinginkan, tetapi tidak selalu dapat diperoleh. Detektor KCKT yang umum digunakan adalah detektor UV 254 nm. Variabel panjang gelombang dapat digunakan untuk mendeteksi banyak senyawa dengan range yang lebih luas. Detektor indeks refraksi juga digunakan secara luas, terutama pada kromatografi eksklusi, tetapi umumnya kurang sensitif jika dibandingkan dengan detektor UV.
Natrium benzoat yaitu garam atau ester dari asam benzoat (C6H5COOH) secara komersial dibuat dengan sintesis kimia. Rumus kimia natrium benzoat yaitu C7H5NaO2. Banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Termasuk kedalam zat pengawet organik. Produk pangan yang banyak menggunakan natrium benzoat sebagai pengawet adalah minuman ringan serta produk minuman yang terbuat dari buah. Berwarna putih, granula tanpa bau atau hampir bau, bubuk kristal atau serpihan. Lebih larut dalam air dibandingkan asam benzoat dan juga dapat larut dalam alkohol. Memiliki fungsi sebagai anti mikroba yang optimum pada pH 2.5-4.0, menghambat pertumbuhan kapang dan khamir (pengawet). Kalium sorbat adalah salah satu bahan pengawet makanan dan minuman, diturunkan sebagai garam potasium dari asam sorbat. Berat molekul kimia ini adalah 150,22 g / molekul. Nama ilmiah adalah kalium (E, E)-hexa-2 ,4-dienoate. Kalium sorbat digunakan untuk membatasi produksi ragi dan jamur dalam berbagai bahan makanan.
Tujuan
Praktikum bertujuan menentukan kadar zat pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat dalam minuman isotonik dengan kromatografi cair kinerja tinggi.
Prosedur
Sampel minuman isotonik diencerkan 10 kali, sebanyak 2.5 ml sampel diambil dengan pipet ke dalam labu takar 25 ml dilakukan duplo. Sampel pertama tidak ditambahkan zat pengawet dan sampel kedua ditambahkan 5 ml natrium benzoat dan dipaskan sampai tanda tera dengan akuabides.
Standar natrium benzoat, kalium sorbat dan standar campuran natrium benzoat dan kalium sorbat dibuat dengan konsentrasi 20 ppm, masing-masing dari larutan standar induk 100 ppm diambil dengan pipet sebanyak 5 ml kedalam labu takar 25 ml dan dipaskan sampai tanda tera dengan akuabides.
Standar dan sampel dihilangkan gelembung dan pengotor dengan ultrasonic cleaner lalu disaring dengan membran filter 0.45 mikron. Selanjutnya diatur kondisi alat seperti fase gerak asam asetat dan asetonitril dengan perbandingan 60:40, laju alir yaitu 1 ml/menit, detektor UV 235 nm dan waktu analisis 12 menit. Kemudian sebanyak 25 µl diinjeksikan kedalam kromatografi cair kinerja tinggi.
Hasil pengamatan
Tabel 1 luas area natrium benzoat dan kalium sorbat
Konsentrasi standar 30 ppm
Perbandingan luas area sampel 1 natrium benzoat :
Perbandingan luas area sampel 2 natrium benzoat :
Perbandingan luas area sampel 2 kalium sorbat :
Pembahasan
Penentuan kadar zat pengawet dalam minuman isotonik dilakukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi. Zat pengawet seperti natrium benzoat dan kalium sorbat yang dapat terkandung dalam minuman isotonik berguna untuk mempertahankan produk dari kerusakan dan bakteri serta kapang. Selain natrium benzoat dan kalium sorbat terdapat pula beberapa zat pengawet lain yang terkandung dalam makanan atau minuman seperti asam propionat, asam sorbat, belerang dioksida, etil p-hidroksi benzoat, kalium benzoat, kalium bisulfit, kalium nitrat, kalium nitrit, kalium propionat, kalium sulfit, kalsium benzoat, kalsium propionat, metil p-hidroksi benzoat, natrium bisulfit, natirum metabisulfit, natrium nitrat, natrium nitrit, natrium propionat, natrium sulfit, nisin, dan propil p-hidroksi benzoat (Mangku 2006).
Percobaan tidak menggunakan deret standar, untuk menghitung konsentrasi zat pengawet dalam minuman isotonik dilakukan dengan perbandingan luas area. Luas area sampel dibandingkan dengan luas area standar dan dikalikan konsentrasi standar serta faktor pengenceran sebesar 10 kali. Untuk sampel pertama tidak dilakukan penambahan standar dan untuk sampel 2 dilakukan penambahan standar atau adisi standar yaitu kedalam sampel dimasukkan sedikit standar dengan konsentrasi tertentu dengan maksud mengetahui konsentrasi sampel sebenarnya. Namun dalam percobaan, pemisahan yang dihasilkan tidak baik. Puncak dari natrium benzoat dan kalium sorbat saling berdekatan karena panjang gelombang maksimum kedua zat tersebut saling berdekatan, natrium benzoat memiliki panjang gelombang maksimum pada 225 nm dan kalium sorbat pada 254 nm. Oleh karena itu digunakanlah data sekunder.
Dari data yang diperoleh, kadar zat pengawet natrium benzoat pada sampel 1 sebesar dengan persen bobot per volum yaitu yang artinya dalam 100 ml sampel terdapat 0.01 gram zat pengawet natrium benzoat. Persen ketepatan yang diperoleh sebesar 157.89%. Sampel 2 mengandung zat pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat. Dari data yang diperoleh, kadar zat pengawet natrium benzoat pada sampel 2 sebesar dengan persen bobot per volum yaitu yang artinya dalam 100 ml sampel terdapat 0.01 gram zat pengawet natrium benzoat. Persen ketepatan yang diperoleh sebesar 52.63%. Selain natrium benzoat, sampel 2 juga mengandung zat pengawet kalium sorbat. Berdasarkan data yang diperoleh, kadar zat pengawet kalium sorbat pada sampel 2 sebesar dengan persen bobot per volum yaitu yang artinya dalam 100 ml sampel terdapat 0.01 gram zat pengawet kalium sorbat. Persen ketepatan yang diperoleh sebesar 45.45%. Persen ketepatan yang baik berkisar antara 70-130%.
Menurut Guru Besar Teknologi Pangan & Gizi IPB, Prof Made Astawan, menjelaskan natrium benzoat aman dikonsumsi jika kadarnya tidak melebihi 600 ppm. Sementara kalium sorbat aman dalam taraf di bawah 1.000 ppm (Elistiawaty 2006). Penggunaan maksimum K-sorbat dalam makanan berkisar antara 0,05 – 0,3 % untuk yang diaplikasikan langsung dan antara 10 – 20 % untuk yang disemprotkan atau diaplikasikan pada permukaan makanan (Lutfi 2009). Menurut Permenkes Nomor 722/Menkes/IX/88 tentang kadar aman bagi tubuh untuk mengasup kalium sorbat yakni 1.000 mg per liter dan natrium benzoat 600 mg per liter. Bila melebihi ambang batas bahan pengawet yang aman dikonsumsi manusia dapat menimbulkan penyakit Systemic Lupus Eritematosus (SLE) dan semua penderita SLE beresiko meninggal dunia (Mangku 2006).
Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kesalahan antara lain, sampel masih terdapat pengotor sehingga pemisahan tidak baik. Pada sampel terdapat juga zat-zat lain yang mempunyai waktu tambat yang berdekatan dengan waktu tambat natrium benzoat dan kalium sorbat, khusunya gula dan vitamin. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi puncak yang dihasilkan oleh sampel untuk memastikan bahwa puncak itu adalah puncak sampel yang dimaksud. Selain itu, sampel yang diinjeksikan tidak boleh ada gelembung karena gelembung dapat menganggu proses pemisahan.
Daftar Pustaka
Effendy. 2004. Jurnal Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Dalam Bidang Farmasi Jurusan
Farmasi Fakultas Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara
Elistiawaty .2006. Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat Aman Dikonsumsi (terhubung
berkala) www.detiknews.com (2 Apr 10)
Gritter. 1991. Pengantar Kromatografi. Bandung : penerbit ITB.
Lutfi Achmad. 2009. Kalium Sorbat (terhubung berkala) www.chem-is-try.com (1 Apr 10)
Mangku. 2006. Produk Minuman Isotonik Berpengawet (terhubung berkala)
www.suarakaryaonline.com (1 Apr 10)
6 Votes
Pendahuluan
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) atau High Pressure Liquid Chromatography (HPLC) merupakan salah satu metode kimia dan fisikokimia. KCKT termasuk metode analisis terbaru yaitu suatu teknik kromatografi dengan fasa gerak cairan dan fasa diam cairan atau padat. Banyak kelebihan metode ini jika dibandingkan dengan metode lainnya yaitu mampu memisahkan molekul-molekul dari suatu campuran, mudah melaksanakannya, kecepatan analisis dan kepekaan yang tinggi, dapat dihindari terjadinya dekomposisi / kerusakan bahan yang dianalisis, resolusi yang baik, dapat digunakan bermacam-macam detektor, kolom dapat digunakan kembali, dan mudah melakukan “sample recovery” (Effendy 2004)
Suatu detektor dibutuhkan untuk mendeteksi adanya komponen sampel di dalam kolom (analisis kualitatif) dan menghitung kadamya (analisis kuantitatif). Detektor yang baik memiliki sensitifitas yang tinggi, gangguan (noise) yang rendah, kisar respons linier yang luas, dan memberi respons untuk semua tipe senyawa. Suatu kepekaan yang rendah terhadap aliran dan fluktuasi temperatur sangat diinginkan, tetapi tidak selalu dapat diperoleh. Detektor KCKT yang umum digunakan adalah detektor UV 254 nm. Variabel panjang gelombang dapat digunakan untuk mendeteksi banyak senyawa dengan range yang lebih luas. Detektor indeks refraksi juga digunakan secara luas, terutama pada kromatografi eksklusi, tetapi umumnya kurang sensitif jika dibandingkan dengan detektor UV.
Natrium benzoat yaitu garam atau ester dari asam benzoat (C6H5COOH) secara komersial dibuat dengan sintesis kimia. Rumus kimia natrium benzoat yaitu C7H5NaO2. Banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Termasuk kedalam zat pengawet organik. Produk pangan yang banyak menggunakan natrium benzoat sebagai pengawet adalah minuman ringan serta produk minuman yang terbuat dari buah. Berwarna putih, granula tanpa bau atau hampir bau, bubuk kristal atau serpihan. Lebih larut dalam air dibandingkan asam benzoat dan juga dapat larut dalam alkohol. Memiliki fungsi sebagai anti mikroba yang optimum pada pH 2.5-4.0, menghambat pertumbuhan kapang dan khamir (pengawet). Kalium sorbat adalah salah satu bahan pengawet makanan dan minuman, diturunkan sebagai garam potasium dari asam sorbat. Berat molekul kimia ini adalah 150,22 g / molekul. Nama ilmiah adalah kalium (E, E)-hexa-2 ,4-dienoate. Kalium sorbat digunakan untuk membatasi produksi ragi dan jamur dalam berbagai bahan makanan.
Tujuan
Praktikum bertujuan menentukan kadar zat pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat dalam minuman isotonik dengan kromatografi cair kinerja tinggi.
Prosedur
Sampel minuman isotonik diencerkan 10 kali, sebanyak 2.5 ml sampel diambil dengan pipet ke dalam labu takar 25 ml dilakukan duplo. Sampel pertama tidak ditambahkan zat pengawet dan sampel kedua ditambahkan 5 ml natrium benzoat dan dipaskan sampai tanda tera dengan akuabides.
Standar natrium benzoat, kalium sorbat dan standar campuran natrium benzoat dan kalium sorbat dibuat dengan konsentrasi 20 ppm, masing-masing dari larutan standar induk 100 ppm diambil dengan pipet sebanyak 5 ml kedalam labu takar 25 ml dan dipaskan sampai tanda tera dengan akuabides.
Standar dan sampel dihilangkan gelembung dan pengotor dengan ultrasonic cleaner lalu disaring dengan membran filter 0.45 mikron. Selanjutnya diatur kondisi alat seperti fase gerak asam asetat dan asetonitril dengan perbandingan 60:40, laju alir yaitu 1 ml/menit, detektor UV 235 nm dan waktu analisis 12 menit. Kemudian sebanyak 25 µl diinjeksikan kedalam kromatografi cair kinerja tinggi.
Hasil pengamatan
Tabel 1 luas area natrium benzoat dan kalium sorbat
| Senyawa | Luas area | Waktu retensi |
| Std. Na-Benzoat | 7814296 | 10.693 |
| Std. Kalium Sorbat | 8779756 | 12.987 |
| Sampel 1 Na-Benzoat | 7017168 | 10.763 |
| Sampel 2 Na-Benzoat | 4421284 | 10.817 |
| Sampel 2 kalium sorbat | 5095097 | 13.167 |
Perbandingan luas area sampel 1 natrium benzoat :
Perbandingan luas area sampel 2 natrium benzoat :
Perbandingan luas area sampel 2 kalium sorbat :
Pembahasan
Penentuan kadar zat pengawet dalam minuman isotonik dilakukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi. Zat pengawet seperti natrium benzoat dan kalium sorbat yang dapat terkandung dalam minuman isotonik berguna untuk mempertahankan produk dari kerusakan dan bakteri serta kapang. Selain natrium benzoat dan kalium sorbat terdapat pula beberapa zat pengawet lain yang terkandung dalam makanan atau minuman seperti asam propionat, asam sorbat, belerang dioksida, etil p-hidroksi benzoat, kalium benzoat, kalium bisulfit, kalium nitrat, kalium nitrit, kalium propionat, kalium sulfit, kalsium benzoat, kalsium propionat, metil p-hidroksi benzoat, natrium bisulfit, natirum metabisulfit, natrium nitrat, natrium nitrit, natrium propionat, natrium sulfit, nisin, dan propil p-hidroksi benzoat (Mangku 2006).
Percobaan tidak menggunakan deret standar, untuk menghitung konsentrasi zat pengawet dalam minuman isotonik dilakukan dengan perbandingan luas area. Luas area sampel dibandingkan dengan luas area standar dan dikalikan konsentrasi standar serta faktor pengenceran sebesar 10 kali. Untuk sampel pertama tidak dilakukan penambahan standar dan untuk sampel 2 dilakukan penambahan standar atau adisi standar yaitu kedalam sampel dimasukkan sedikit standar dengan konsentrasi tertentu dengan maksud mengetahui konsentrasi sampel sebenarnya. Namun dalam percobaan, pemisahan yang dihasilkan tidak baik. Puncak dari natrium benzoat dan kalium sorbat saling berdekatan karena panjang gelombang maksimum kedua zat tersebut saling berdekatan, natrium benzoat memiliki panjang gelombang maksimum pada 225 nm dan kalium sorbat pada 254 nm. Oleh karena itu digunakanlah data sekunder.
Dari data yang diperoleh, kadar zat pengawet natrium benzoat pada sampel 1 sebesar dengan persen bobot per volum yaitu yang artinya dalam 100 ml sampel terdapat 0.01 gram zat pengawet natrium benzoat. Persen ketepatan yang diperoleh sebesar 157.89%. Sampel 2 mengandung zat pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat. Dari data yang diperoleh, kadar zat pengawet natrium benzoat pada sampel 2 sebesar dengan persen bobot per volum yaitu yang artinya dalam 100 ml sampel terdapat 0.01 gram zat pengawet natrium benzoat. Persen ketepatan yang diperoleh sebesar 52.63%. Selain natrium benzoat, sampel 2 juga mengandung zat pengawet kalium sorbat. Berdasarkan data yang diperoleh, kadar zat pengawet kalium sorbat pada sampel 2 sebesar dengan persen bobot per volum yaitu yang artinya dalam 100 ml sampel terdapat 0.01 gram zat pengawet kalium sorbat. Persen ketepatan yang diperoleh sebesar 45.45%. Persen ketepatan yang baik berkisar antara 70-130%.
Menurut Guru Besar Teknologi Pangan & Gizi IPB, Prof Made Astawan, menjelaskan natrium benzoat aman dikonsumsi jika kadarnya tidak melebihi 600 ppm. Sementara kalium sorbat aman dalam taraf di bawah 1.000 ppm (Elistiawaty 2006). Penggunaan maksimum K-sorbat dalam makanan berkisar antara 0,05 – 0,3 % untuk yang diaplikasikan langsung dan antara 10 – 20 % untuk yang disemprotkan atau diaplikasikan pada permukaan makanan (Lutfi 2009). Menurut Permenkes Nomor 722/Menkes/IX/88 tentang kadar aman bagi tubuh untuk mengasup kalium sorbat yakni 1.000 mg per liter dan natrium benzoat 600 mg per liter. Bila melebihi ambang batas bahan pengawet yang aman dikonsumsi manusia dapat menimbulkan penyakit Systemic Lupus Eritematosus (SLE) dan semua penderita SLE beresiko meninggal dunia (Mangku 2006).
Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kesalahan antara lain, sampel masih terdapat pengotor sehingga pemisahan tidak baik. Pada sampel terdapat juga zat-zat lain yang mempunyai waktu tambat yang berdekatan dengan waktu tambat natrium benzoat dan kalium sorbat, khusunya gula dan vitamin. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi puncak yang dihasilkan oleh sampel untuk memastikan bahwa puncak itu adalah puncak sampel yang dimaksud. Selain itu, sampel yang diinjeksikan tidak boleh ada gelembung karena gelembung dapat menganggu proses pemisahan.
Daftar Pustaka
Effendy. 2004. Jurnal Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Dalam Bidang Farmasi Jurusan
Farmasi Fakultas Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara
Elistiawaty .2006. Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat Aman Dikonsumsi (terhubung
berkala) www.detiknews.com (2 Apr 10)
Gritter. 1991. Pengantar Kromatografi. Bandung : penerbit ITB.
Lutfi Achmad. 2009. Kalium Sorbat (terhubung berkala) www.chem-is-try.com (1 Apr 10)
Mangku. 2006. Produk Minuman Isotonik Berpengawet (terhubung berkala)
www.suarakaryaonline.com (1 Apr 10)
Langganan:
Komentar (Atom)
